<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8364520458346495480</id><updated>2011-07-07T19:36:25.431-07:00</updated><title type='text'>ALUMNI POMOSDA</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://aries-server.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8364520458346495480/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aries-server.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Aries Mubaroq (ALUMNI POMOSDA)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05998932398427577277</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>10</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8364520458346495480.post-4379223391455105199</id><published>2009-10-03T08:20:00.000-07:00</published><updated>2009-10-03T08:21:35.927-07:00</updated><title type='text'>TERORISME</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Terorisme&lt;/b&gt; adalah serangan-serangan terkoordinasi yang bertujuan membangkitkan perasaan teror terhadap sekelompok masyarakat. Berbeda dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang" title="Perang"&gt;perang&lt;/a&gt;, aksi terorisme tidak tunduk pada tatacara peperangan seperti waktu pelaksanaan yang selalu tiba-tiba dan target korban jiwa yang acak serta seringkali merupakan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Warga_sipil" title="Warga sipil"&gt;warga sipil&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Istilah teroris oleh para ahli &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kontraterorisme&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Kontraterorisme (halaman belum tersedia)"&gt;kontraterorisme&lt;/a&gt; dikatakan merujuk kepada para pelaku yang tidak tergabung dalam angkatan bersenjata yang dikenal atau tidak menuruti peraturan angkatan bersenjata tersebut. Aksi terorisme juga mengandung makna bahwa serang-serangan teroris yang dilakukan tidak berperikemanusiaan dan tidak memiliki justifikasi, dan oleh karena itu para pelakunya ("teroris") layak mendapatkan pembalasan yang kejam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akibat makna-makna negatif yang dikandung oleh perkataan "teroris" dan "terorisme", para teroris umumnya menyebut diri mereka sebagai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Separatis" title="Separatis" class="mw-redirect"&gt;separatis&lt;/a&gt;, pejuang pembebasan, pasukan perang salib, militan, mujahidin, dan lain-lain. Tetapi dalam pembenaran dimata terrorism : "Makna sebenarnya dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jihad" title="Jihad"&gt;jihad&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mujahidin" title="Mujahidin"&gt;mujahidin&lt;/a&gt; adalah jauh dari tindakan terorisme yang menyerang penduduk sipil padahal tidak terlibat dalam perang". Padahal Terorisme sendiri sering tampak dengan mengatasnamakan agama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain oleh pelaku individual, terorisme bisa dilakukan oleh negara atau dikenal dengan terorisme negara (&lt;i&gt;state terorism&lt;/i&gt;). Misalnya seperti dikemukakan oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Noam_Chomsky" title="Noam Chomsky"&gt;Noam Chomsky&lt;/a&gt; yang menyebut &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat" title="Amerika Serikat"&gt;Amerika Serikat&lt;/a&gt; ke dalam kategori itu. Persoalan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Standar_ganda" title="Standar ganda"&gt;standar ganda&lt;/a&gt; selalu mewarnai berbagai penyebutan yang awalnya bermula dari Barat. Seperti ketika Amerika Serikat banyak menyebut teroris terhadap berbagai kelompok di dunia, di sisi lain liputan media menunjukkan fakta bahwa Amerika Serikat melakukan tindakan terorisme yang mengerikan hingga melanggar &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Konvensi" title="Konvensi"&gt;konvensi&lt;/a&gt; yang telah disepakati.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terorisme di dunia bukanlah merupakan hal baru, namun menjadi aktual terutama sejak terjadinya peristiwa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/World_Trade_Center" title="World Trade Center"&gt;World Trade Center&lt;/a&gt; (WTC) di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/New_York" title="New York"&gt;New York&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat" title="Amerika Serikat"&gt;Amerika Serikat&lt;/a&gt; pada tanggal &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/11_September_2001" title="11 September 2001" class="mw-redirect"&gt;11 September 2001&lt;/a&gt;, dikenal sebagai “September Kelabu”, yang memakan 3000 korban. Serangan dilakukan melalui udara, tidak menggunakan pesawat tempur, melainkan menggunakan pesawat komersil milik perusahaan Amerika sendiri, sehingga tidak tertangkap oleh radar Amerika Serikat. Tiga pesawat komersil milik Amerika Serikat dibajak, dua diantaranya ditabrakkan ke menara kembar &lt;i&gt;Twin Towers World Trade Centre&lt;/i&gt; dan gedung &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pentagon" title="Pentagon" class="mw-redirect"&gt;Pentagon&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berita jurnalistik seolah menampilkan gedung World Trade Center dan Pentagon sebagai korban utama penyerangan ini. Padahal, lebih dari itu, yang menjadi korban utama dalam waktu dua jam itu mengorbankan kurang lebih 3.000 orang pria, wanita dan anak-anak yang terteror, terbunuh, terbakar, meninggal, dan tertimbun berton-ton reruntuhan puing akibat sebuah pembunuhan massal yang terencana. Akibat serangan teroris itu, menurut Dana Yatim-Piatu Twin Towers, diperkirakan 1.500 anak kehilangan orang tua. Di Pentagon, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Washington" title="Washington"&gt;Washington&lt;/a&gt;, 189 orang tewas, termasuk para penumpang pesawat, 45 orang tewas dalam pesawat keempat yang jatuh di daerah pedalaman Pennsylvania. Para teroris mengira bahwa penyerangan yang dilakukan ke World Trade Center merupakan penyerangan terhadap "Simbol Amerika". Namun, gedung yang mereka serang tak lain merupakan institusi internasional yang melambangkan kemakmuran ekonomi dunia. Di sana terdapat perwakilan dari berbagai negara, yaitu terdapat 430 perusahaan dari 28 negara. Jadi, sebetulnya mereka tidak saja menyerang Amerika Serikat tapi juga dunia&lt;sup id="cite_ref-0" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teroris#cite_note-0"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;. Amerika Serikat menduga Osama bin Laden sebagai tersangka utama pelaku penyerangan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kejadian ini merupakan isu global yang mempengaruhi kebijakan politik seluruh negara-negara di dunia, sehingga menjadi titik tolak persepsi untuk memerangi Terorisme sebagai musuh internasional. Pembunuhan massal tersebut telah mempersatukan dunia melawan Terorisme Internasional&lt;sup id="cite_ref-1" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teroris#cite_note-1"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;. Terlebih lagi dengan diikuti terjadinya Tragedi Bali, tanggal 12 Oktober 2002 yang merupakan tindakan teror, menimbulkan korban sipil terbesar di dunia&lt;sup id="cite_ref-2" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teroris#cite_note-2"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;, yaitu menewaskan 184 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Perang terhadap Terorisme yang dipimpin oleh Amerika, mula-mula mendapat sambutan dari sekutunya di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa" title="Eropa"&gt;Eropa&lt;/a&gt;. Pemerintahan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tony_Blair" title="Tony Blair"&gt;Tony Blair&lt;/a&gt; termasuk yang pertama mengeluarkan &lt;i&gt;Anti Terrorism&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Crime and Security Act&lt;/i&gt;, December 2001, diikuti tindakan-tindakan dari negara-negara lain yang pada intinya adalah melakukan perang atas tindak Terorisme di dunia, seperti Filipina dengan mengeluarkan Anti Terrorism Bill&lt;sup id="cite_ref-3" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teroris#cite_note-3"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Banyak pendapat yang mencoba mendefinisikan Terorisme, satu diantaranya adalah pengertian yang tercantum dalam pasal 14 ayat 1 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=The_Prevention_of_Terrorism_%28Temporary_Provisions%29_act,_1984&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="The Prevention of Terrorism (Temporary Provisions) act, 1984 (halaman belum tersedia)"&gt;The Prevention of Terrorism (Temporary Provisions) act, 1984&lt;/a&gt;, sebagai berikut: “Terrorism means the use of violence for political ends and includes any use of violence for the purpose putting the public or any section of the public in fear&lt;sup id="cite_ref-4" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teroris#cite_note-4"&gt;[5]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;.” Kegiatan Terorisme mempunyai tujuan untuk membuat orang lain merasa ketakutan sehingga dengan demikian dapat menarik perhatian orang, kelompok atau suatu bangsa. Biasanya perbuatan teror digunakan apabila tidak ada jalan lain yang dapat ditempuh untuk melaksanakan kehendaknya. Terorisme digunakan sebagai senjata psikologis untuk menciptakan suasana panik, tidak menentu serta menciptakan ketidak percayaan masyarakat terhadap kemampuan pemerintah dan memaksa masyarakat atau kelompok tertentu untuk mentaati kehendak pelaku teror&lt;sup id="cite_ref-5" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teroris#cite_note-5"&gt;[6]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;. Terorisme tidak ditujukan langsung kepada lawan, akan tetapi perbuatan teror justru dilakukan dimana saja dan terhadap siapa saja. Dan yang lebih utama, maksud yang ingin disampaikan oleh pelaku teror adalah agar perbuatan teror tersebut mendapat perhatian yang khusus atau dapat dikatakan lebih sebagai &lt;i&gt;psy-war&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejauh ini belum ada batasan yang baku untuk mendefinisikan apa yang dimaksud dengan Terorisme. Menurut &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Prof._M._Cherif_Bassiouni&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Prof. M. Cherif Bassiouni (halaman belum tersedia)"&gt;Prof. M. Cherif Bassiouni&lt;/a&gt;, ahli Hukum Pidana Internasional, bahwa tidak mudah untuk mengadakan suatu pengertian yang identik yang dapat diterima secara universal sehingga sulit mengadakan pengawasan atas makna Terorisme tersebut. Sedangkan menurut &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Prof._Brian_Jenkins,_Phd.&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Prof. Brian Jenkins, Phd. (halaman belum tersedia)"&gt;Prof. Brian Jenkins, Phd.&lt;/a&gt;, Terorisme merupakan pandangan yang subjektif&lt;sup id="cite_ref-6" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teroris#cite_note-6"&gt;[7]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;, hal mana didasarkan atas siapa yang memberi batasan pada saat dan kondisi tertentu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Belum tercapainya kesepakatan mengenai apa pengertian terorisme tersebut, tidak menjadikan terorisme dibiarkan lepas dari jangkauan hukum. Usaha memberantas Terorisme tersebut telah dilakukan sejak menjelang pertengahan abad ke-20. Pada tahun 1937 lahir Konvensi Pencegahan dan Penghukuman Terorisme &lt;i&gt;(Convention for The Prevention and Suppression of Terrorism)&lt;/i&gt;, dimana Konvensi ini mengartikan terorisme sebagai &lt;i&gt;Crimes against State&lt;/i&gt;. Melalui European Convention on The Supression of Terrorism (ECST) tahun 1977 di Eropa, makna Terorisme mengalami suatu pergeseran dan perluasan paradigma, yaitu sebagai suatu perbuatan yang semula dikategorikan sebagai &lt;i&gt;Crimes against State&lt;/i&gt; (termasuk pembunuhan dan percobaan pembunuhan Kepala Negara atau anggota keluarganya), menjadi &lt;i&gt;Crimes against Humanity&lt;/i&gt;, dimana yang menjadi korban adalah masyarakat sipil&lt;sup id="cite_ref-7" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teroris#cite_note-7"&gt;[8]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;. &lt;i&gt;Crimes against Humanity&lt;/i&gt; masuk kategori &lt;i&gt;Gross Violation of Human Rights&lt;/i&gt; (Pelanggaran HAM Berat) yang dilakukan sebagai bagian yang meluas/sistematik yang diketahui bahwa serangan tersebut ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil, lebih diarahkan pada jiwa-jiwa orang tidak bersalah (Public by innocent), sebagaimana terjadi di Bali&lt;sup id="cite_ref-8" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teroris#cite_note-8"&gt;[9]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terorisme kian jelas menjadi momok bagi peradaban modern. Sifat tindakan, pelaku, tujuan strategis, motivasi, hasil yang diharapkan serta dicapai, target-target serta metode Terorisme kini semakin luas dan bervariasi. Sehingga semakin jelas bahwa teror bukan merupakan bentuk kejahatan kekerasan destruktif biasa, melainkan sudah merupakan kejahatan terhadap perdamaian dan keamanan umat manusia &lt;i&gt;(crimes against peace and security of mankind)&lt;/i&gt;&lt;sup id="cite_ref-9" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teroris#cite_note-9"&gt;[10]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;. Menurut Muladi, Tindak Pidana Terorisme dapat dikategorikan sebagai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mala_per_se" title="Mala per se" class="mw-redirect"&gt;mala per se&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mala_in_se" title="Mala in se"&gt;mala in se&lt;/a&gt;&lt;sup id="cite_ref-10" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teroris#cite_note-10"&gt;[11]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; , tergolong kejahatan terhadap hati nurani (Crimes against conscience), menjadi sesuatu yang jahat bukan karena diatur atau dilarang oleh Undang-Undang, melainkan karena pada dasarnya tergolong sebagai &lt;i&gt;natural wrong&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;acts wrong in themselves&lt;/i&gt; bukan mala prohibita yang tergolong kejahatan karena diatur demikian oleh Undang-Undang&lt;sup id="cite_ref-11" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teroris#cite_note-11"&gt;[12]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam rangka mencegah dan memerangi Terorisme tersebut, sejak jauh sebelum maraknya kejadian-kejadian yang digolongkan sebagai bentuk Terorisme terjadi di dunia, masyarakat internasional maupun regional serta pelbagai negara telah berusaha melakukan kebijakan kriminal &lt;i&gt;(criminal policy)&lt;/i&gt; disertai kriminalisasi secara sistematik dan komprehensif terhadap perbuatan yang dikategorikan sebagai Terorisme&lt;sup id="cite_ref-12" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teroris#cite_note-12"&gt;[13]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menyadari sedemikian besarnya kerugian yang ditimbulkan oleh suatu tindak Terorisme, serta dampak yang dirasakan secara langsung oleh Indonesia sebagai akibat dari Tragedi Bali, merupakan kewajiban pemerintah untuk secepatnya mengusut tuntas Tindak Pidana Terorisme itu dengan memidana pelaku dan aktor intelektual dibalik peristiwa tersebut. Hal ini menjadi prioritas utama dalam penegakan hukum. Untuk melakukan pengusutan, diperlukan perangkat hukum yang mengatur tentang Tindak Pidana Terorisme. Menyadari hal ini dan lebih didasarkan pada peraturan yang ada saat ini yaitu Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) belum mengatur secara khusus serta tidak cukup memadai untuk memberantas Tindak Pidana Terorisme&lt;sup id="cite_ref-13" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teroris#cite_note-13"&gt;[14]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;, Pemerintah Indonesia merasa perlu untuk membentuk Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, yaitu dengan menyusun Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) nomor 1 tahun 2002, yang pada tanggal 4 April 2003 disahkan menjadi Undang-Undang dengan nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Keberadaan Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme disamping KUHP dan Undang-Undang Nomor 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP), merupakan Hukum Pidana Khusus. Hal ini memang dimungkinkan, mengingat bahwa ketentuan Hukum Pidana yang bersifat khusus, dapat tercipta karena&lt;sup id="cite_ref-14" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teroris#cite_note-14"&gt;[15]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Adanya proses &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kriminalisasi&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Kriminalisasi (halaman belum tersedia)"&gt;kriminalisasi&lt;/a&gt; atas suatu perbuatan tertentu di dalam masyarakat. Karena pengaruh perkembangan zaman, terjadi perubahan pandangan dalam masyarakat. Sesuatu yang mulanya dianggap bukan sebagai Tindak Pidana, karena perubahan pandangan dan norma di masyarakat, menjadi termasuk Tindak Pidana dan diatur dalam suatu perundang-undangan Hukum Pidana.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Undang-Undang yang ada dianggap tidak memadai lagi terhadap perubahan norma dan perkembangan teknologi dalam suatu masyarakat, sedangkan untuk perubahan undang-undang yang telah ada dianggap memakan banyak waktu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Suatu keadaan yang mendesak sehingga dianggap perlu diciptakan suatu peraturan khusus untuk segera menanganinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Adanya suatu perbuatan yang khusus dimana apabila dipergunakan proses yang diatur dalam peraturan perundang-undangan yang telah ada akan mengalami kesulitan dalam pembuktian.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Sebagai Undang-Undang khusus, berarti Undang-Undang Nomor 15 tahun 2003 mengatur secara materiil dan formil sekaligus, sehingga terdapat pengecualian dari asas yang secara umum diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)/Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) [[&lt;i&gt;(lex specialis derogat lex generalis)&lt;/i&gt;]]. Keberlakuan &lt;i&gt;lex specialis derogat lex generalis&lt;/i&gt;, harus memenuhi kriteria&lt;sup id="cite_ref-15" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teroris#cite_note-15"&gt;[16]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;bahwa pengecualian terhadap Undang-Undang yang bersifat umum, dilakukan oleh peraturan yang setingkat dengan dirinya, yaitu Undang-Undang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;bahwa pengecualian termaksud dinyatakan dalam Undang-Undang khusus tersebut, sehingga pengecualiannya hanya berlaku sebatas pengecualian yang dinyatakan dan bagian yang tidak dikecualikan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan pelaksanaan Undang-Undang khusus tersebut.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Sedangkan kriminalisasi Tindak Pidana Terorisme sebagai bagian dari perkembangan hukum pidana dapat dilakukan melalui banyak cara, seperti&lt;sup id="cite_ref-16" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teroris#cite_note-16"&gt;[17]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Melalui sistem evolusi berupa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amandemen" title="Amandemen"&gt;amandemen&lt;/a&gt; terhadap pasal-pasal KUHP.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melalui sistem global melalui pengaturan yang lengkap diluar KUHP termasuk kekhususan hukum acaranya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sistem kompromi dalam bentuk memasukkan bab baru dalam KUHP tentang kejahatan terorisme.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Akan tetapi tidak berarti bahwa dengan adanya hal yang khusus dalam kejahatan terhadap keamanan negara berarti penegak hukum mempunyai wewenang yang lebih atau tanpa batas semata-mata untuk memudahkan pembuktian bahwa seseorang telah melakukan suatu kejahatan terhadap keamanan negara, akan tetapi penyimpangan tersebut adalah sehubungan dengan kepentingan yang lebih besar lagi yaitu keamanan negara yang harus dilindungi. Demikian pula susunan bab-bab yang ada dalam peraturan khusus tersebut harus merupakan suatu tatanan yang utuh. Selain ketentuan tersebut, pasal 103 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) menyebutkan bahwa semua aturan termasuk asas yang terdapat dalam buku I Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) berlaku pula bagi peraturan pidana diluar Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) selama peraturan diluar Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tersebut tidak mengatur lain&lt;sup id="cite_ref-17" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teroris#cite_note-17"&gt;[18]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hukum Pidana khusus, bukan hanya mengatur hukum pidana materielnya saja, akan tetapi juga hukum acaranya, oleh karena itu harus diperhatikan bahwa aturan-aturan tersebut seyogyanya tetap memperhatikan asas-asas umum yang terdapat baik dalam ketentuan umum yang terdapat dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) bagi hukum pidana materielnya sedangkan untuk hukum pidana formilnya harus tunduk terhadap ketentuan yang terdapat dalam Undang-Undang Nomor 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana/KUHAP)&lt;sup id="cite_ref-18" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teroris#cite_note-18"&gt;[19]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagaimana pengertian tersebut diatas, maka pengaturan pasal 25 Undang-Undang Nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, bahwa untuk menyelesaikan kasus-kasus Tindak Pidana Terorisme, hukum acara yang berlaku adalah sebagaimana ketentuan Undang-Undang Nomor 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana/KUHAP). Artinya pelaksanaan Undang-Undang khusus ini tidak boleh bertentangan dengan asas umum Hukum Pidana dan Hukum Acara Pidana yang telah ada. Namun, pada kenyataannya, terdapat isi ketentuan beberapa pasal dalam Undang-Undang tersebut yang merupakan penyimpangan asas umum Hukum Pidana dan Hukum Acara Pidana. Penyimpangan tersebut mengurangi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hak_Asasi_Manusia" title="Hak Asasi Manusia" class="mw-redirect"&gt;Hak Asasi Manusia&lt;/a&gt;, apabila dibandingkan asas-asas yang terdapat dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kitab_Undang-Undang_Hukum_Pidana_%28KUHP%29&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) (halaman belum tersedia)"&gt;Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)&lt;/a&gt;. Apabila memang diperlukan suatu penyimpangan, harus dicari apa dasar penyimpangan tersebut, karena setiap perubahan akan selalu berkaitan erat dengan Hak Asasi Manusia&lt;sup id="cite_ref-19" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teroris#cite_note-19"&gt;[20]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;. Atau mungkin karena sifatnya sebagai Undang-Undang yang khusus, maka bukan penyimpangan asas yang terjadi disini, melainkan pengkhususan asas yang sebenarnya menggunakan dasar asas umum, namun dikhususkan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang khusus sifatnya yang diatur oleh Undang-Undang Khusus tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesuai pengaturan Undang-Undang Nomor 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kitab_Undang-Undang_Hukum_Acara_Pidana/KUHAP&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana/KUHAP (halaman belum tersedia)"&gt;Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana/KUHAP&lt;/a&gt;), penyelesaian suatu perkara Tindak Pidana sebelum masuk dalam tahap beracara di pengadilan, dimulai dari Penyelidikan dan Penyidikan, diikuti dengan penyerahan berkas penuntutan kepada Jaksa Penuntut Umum. Pasal 17 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana/KUHAP) menyebutkan bahwa perintah Penangkapan hanya dapat dilakukan terhadap seseorang yang diduga keras telah melakukan Tindak Pidana berdasarkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bukti_Permulaan&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Bukti Permulaan (halaman belum tersedia)"&gt;Bukti Permulaan&lt;/a&gt; yang cukup. Mengenai batasan dari pengertian Bukti Permulaan itu sendiri, hingga kini belum ada ketentuan yang secara jelas mendefinisikannya dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang menjadi dasar pelaksanaan Hukum Pidana. Masih terdapat perbedaan pendapat diantara para penegak hukum. Sedangkan mengenai Bukti Permulaan dalam pengaturannya pada Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, pasal 26 berbunyi&lt;sup id="cite_ref-20" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teroris#cite_note-20"&gt;[21]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Untuk memperoleh Bukti Permulaan yang cukup, penyidik dapat menggunakan setiap &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Laporan_Intelijen&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Laporan Intelijen (halaman belum tersedia)"&gt;Laporan Intelijen&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penetapan bahwa sudah dapat atau diperoleh Bukti Permulaan yang cukup sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus dilakukan proses pemeriksaan oleh Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Proses pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dilaksanakan secara tertutup dalam waktu paling lama 3 (tiga) hari.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika dalam pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) ditetapkan adanya Bukti Permulaan yang cukup, maka Ketua Pengadilan Negeri segera memerintahkan dilaksanakan Penyidikan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Permasalahannya adalah masih terdapat kesimpang siuran tentang pengertian Bukti Permulaan itu sendiri, sehingga sulit menentukan apakah yang dapat dikategorikan sebagai Bukti Permulaan, termasuk pula Laporan Intelijen, apakah dapat dijadikan Bukti Permulaan. Selanjutnya, menurut pasal 26 ayat 2, 3 dan 4 Undang-Undang Nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, penetapan suatu Laporan Intelijen sebagai Bukti Permulaan dilakukan oleh Ketua/Wakil Ketua Pengadilan Negeri melalui suatu proses/mekanisme pemeriksaan &lt;i&gt;(&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hearing&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Hearing (halaman belum tersedia)"&gt;Hearing&lt;/a&gt;)&lt;/i&gt; secara tertutup. Hal itu mengakibatkan pihak intelijen mempunyai dasar hukum yang kuat untuk melakukan penangkapan terhadap seseorang yang dianggap melakukan suatu Tindak Pidana Terorisme, tanpa adanya pengawasan masyarakat atau pihak lain manapun. Padahal kontrol sosial sangat dibutuhkan terutama dalam hal-hal yang sangat sensitif seperti perlindungan terhadap hak-hak setiap orang sebagai manusia yang sifatnya asasi, tidak dapat diganggu gugat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oleh karena itu, untuk mencegah kesewenang-wenangan dan ketidakpastian hukum, diperlukan adanya ketentuan yang pasti mengenai pengertian Bukti Permulaan dan batasan mengenai Laporan Intelijen, apa saja yang dapat dimasukkan ke dalam kategori Laporan Intelijen, serta bagaimana sebenarnya hakekat Laporan Intelijen, sehingga dapat digunakan sebagai Bukti Permulaan. Terutama karena ketentuan pasal 26 ayat (1) tersebut memberikan wewenang yang begitu luas kepada penyidik untuk melakukan perampasan kemerdekaan yaitu penangkapan, terhadap orang yang dicurigai telah melakukan Tindak Pidana Terorisme, maka kejelasan mengenai hal tersebut sangatlah diperlukan agar tidak terjadi pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia dengan dilakukannya penangkapan secara sewenang-wenang oleh aparat, dalam hal ini penyidik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikian pula perlu dirumuskan tentang pengaturan, cara mengajukan tuntutan terhadap petugas yang telah salah dalam melakukan tugasnya, oleh orang-orang yang menderita akibat kesalahan itu dan hak asasinya telah terlanggar, karena banyak Pemerintah suatu negara dalam melakukan pencegahan maupun penindakan terhadap perbuatan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teror" title="Teror"&gt;teror&lt;/a&gt; melalui suatu pengaturan khusus yang bersifat darurat, dimana aturan darurat itu dianggap telah jauh melanggar bukan saja hak seseorang terdakwa, akan tetapi juga terhadap Hak Asasi Manusia. Aturan darurat sedemikian itu telah memberikan wewenang yang berlebih kepada penguasa didalam melakukan penindakan terhadap perbuatan teror&lt;sup id="cite_ref-21" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teroris#cite_note-21"&gt;[22]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Telah banyak negara-negara didunia yang mengorbankan Hak Asasi Manusia demi pemberlakuan Undang-Undang Antiterorisme, termasuk hak-hak yang digolongkan kedalam &lt;i&gt;non-derogable rights&lt;/i&gt;, yakni hak-hak yang tidak boleh dikurangi pemenuhannya dalam keadaan apapun&lt;sup id="cite_ref-22" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teroris#cite_note-22"&gt;[23]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;. Undang-Undang Antiterorisme kini diberlakukan dibanyak negara untuk mensahkan kesewenang-wenangan &lt;i&gt;(arbitrary detention)&lt;/i&gt; pengingkaran terhadap prinsip &lt;i&gt;free and fair trial&lt;/i&gt;. Laporan terbaru dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amnesty_Internasional" title="Amnesty Internasional" class="mw-redirect"&gt;Amnesty Internasional&lt;/a&gt; menyatakan bahwa penggunaan siksaan dalam proses interogasi terhadap orang yang disangka teroris cenderung meningkat&lt;sup id="cite_ref-23" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teroris#cite_note-23"&gt;[24]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;. Hal seperti inilah yang harus dihindari, karena Tindak Pidana Terorisme harus diberantas karena alasan Hak Asasi Manusia, sehingga pemberantasannya pun harus dilaksanakan dengan mengindahkan Hak Asasi Manusia. Demikian menurut &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Munir" title="Munir" class="mw-redirect"&gt;Munir&lt;/a&gt;, bahwa memang secara nasional harus ada Undang-Undang yang mengatur soal Terorisme, tapi dengan definisi yang jelas, tidak boleh justru melawan Hak Asasi Manusia. Melawan Terorisme harus ditujukan bagi perlindungan Hak Asasi Manusia, bukan sebaliknya membatasi dan melawan Hak Asasi Manusia. Dan yang penting juga bagaimana ia tidak memberi ruang bagi legitimasi penyalahgunaan kekuasaan&lt;sup id="cite_ref-24" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teroris#cite_note-24"&gt;[25]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8364520458346495480-4379223391455105199?l=aries-server.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aries-server.blogspot.com/feeds/4379223391455105199/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8364520458346495480&amp;postID=4379223391455105199' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8364520458346495480/posts/default/4379223391455105199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8364520458346495480/posts/default/4379223391455105199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aries-server.blogspot.com/2009/10/terorisme.html' title='TERORISME'/><author><name>Aries Mubaroq (ALUMNI POMOSDA)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05998932398427577277</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8364520458346495480.post-47756558843101966</id><published>2009-04-05T23:16:00.000-07:00</published><updated>2009-04-05T23:17:19.680-07:00</updated><title type='text'>Kampanye Pemilu Bermutu</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Besok semua partai politik akan mulai memasuki kegiatan kampanye pemilu terbuka sampai tanggal satu April tahun ini. Yang pasti kampanye dalam bentuk pawai dan kebanyakan di lapangan terbuka bakal semakin ramai saja. Yang pasti pula para caleg &lt;span&gt; &lt;/span&gt;setiap partai akan sekuat mungkin mencari cara bagaimana bisa menggaet konstituen sebanyak-banyaknya untuk mau menghadiri gelanggang kampanye. Yang pasti pula untuk membangun daya tarik pengunjung, kampanye biasanya tidak hanya diisi oleh para tokoh partai tetapi juga hiburan musik. Namun yang tidak pasti apakah calon konstituen partai tertentu datang untuk mendengarkan pidato isi kampanye atau hanya berhasrat melihat dan mendengarkan para artis menyanyi sambil bergoyang seksi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bagi khalayak umum,yang hadir dan biasanya diberi bekal amplop berisi duit, tidak peduli pada isi pidato kampanye. Utamanya adalah bagaimana mengisi kekosongan hiburan yang selama ini jarang dinikmatinya. Isi pidato tenggelam oleh riuh rendahnya sorak sorai khalayak pengunjung. Sangat langka sekali kita lihat ketika tokoh partai sedang berkampanye mereka berkonsentrasi mendengarkannya. Bukan saja karena isi kampanye sudah bisa ditebak tetapi kerap membosankan. Slogan-slogan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dan himbauan untuk memilih caleg yang diusung partainya lebih bernuansa pada janji-janji ketimbang program konkret.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style=""&gt;Karena itu kampanye terbuka sebenarnya lebih pada upaya merefleksikan pesta demokrasi. Namun &lt;span&gt; &lt;/span&gt;terkadang demokrasi itu sendiri sering terganggu oleh ulah para kader atau pengikut partai yang fundamentalis. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Yang kalau tidak terkendali akan memunculkan perilaku partai sentris dan melanggar rambu-rambu keamanan lingkungan seperti sikap anarkis dan provokasi. Karena itu pulalah setiap pemilu selalu disepakati oleh semua partai perlunya diselenggarakan kampanye damai. Suatu kampanye yang tidak harus mengakibatkan &lt;span&gt; &lt;/span&gt;kerusuhan lunak dan keras. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kerusuhan lunak diujudkan dalam bentuk saling mencaci atau menghina partai dan nama tokoh. Sementara kerusuhan keras dalam bentuk adu jotos fisik, perusakan fasilitas publik, dan penjarahan-penjarahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kita berharap para caleg atau tokoh partai yang berkampanye dapat berorientasi pada mutu ketimbang pada hura-hura demokrasi. Baik mutu dalam hal isi kampanye, penampilan, dan kemampuan retorika&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;juga mutu dalam hal kesantunan dan penampilannya. Mengapa? Karena masyarakat sudah sangat lelah melihat bahkan mengalami hiruk pikuknya perilaku partai yang saling bertikai selama ini. Untuk itu isi kampanye cerdas sekaligus&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;bernuansa sejuk atau tanpa provokasi sangat diharapkan. Kalau itu terjadi maka pendidikan politik lewat kampanye bermutu akan bisa dikembangkan. Tentunya&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;diharapkan secara bertahap akan terujud kedewasaan para politisi dan masyarakat dalam berpolitik secara etis dan estetika yang semakin tinggi. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Jadi intinya, kampanye yang berlangsung dengan bermutu tidak saja sangat bergantung pada visi, misi dan strategi dasar perjuangan partai tetapi juga pada mutu sumberdaya manusia para pemimpin dan anggota partainya. Selamat berkampanye; semoga bermutu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8364520458346495480-47756558843101966?l=aries-server.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aries-server.blogspot.com/feeds/47756558843101966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8364520458346495480&amp;postID=47756558843101966' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8364520458346495480/posts/default/47756558843101966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8364520458346495480/posts/default/47756558843101966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aries-server.blogspot.com/2009/04/kampanye-pemilu-bermutu.html' title='Kampanye Pemilu Bermutu'/><author><name>Aries Mubaroq (ALUMNI POMOSDA)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05998932398427577277</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8364520458346495480.post-4709992076607362177</id><published>2009-04-05T22:53:00.000-07:00</published><updated>2009-04-05T23:11:11.057-07:00</updated><title type='text'>Rona-Rona Balikpapan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_wnQXzTbbq70/SdmclkkGTDI/AAAAAAAAAtc/7_1ZA7A2sMs/s1600-h/teroris2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 241px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_wnQXzTbbq70/SdmclkkGTDI/AAAAAAAAAtc/7_1ZA7A2sMs/s320/teroris2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321456603999128626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Densus 88&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_wnQXzTbbq70/Sdmbvq8f8xI/AAAAAAAAAtU/PuIWnKmvU1k/s1600-h/198035208_9b1ff4e709.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_wnQXzTbbq70/Sdmbvq8f8xI/AAAAAAAAAtU/PuIWnKmvU1k/s320/198035208_9b1ff4e709.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321455677999149842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bandara Sepinggan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_wnQXzTbbq70/SdmbABKMXNI/AAAAAAAAAtM/lG-vAxJ8EYQ/s1600-h/img_0993.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_wnQXzTbbq70/SdmbABKMXNI/AAAAAAAAAtM/lG-vAxJ8EYQ/s320/img_0993.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321454859328445650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Balikpapan city&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_wnQXzTbbq70/Sdma0GmA3EI/AAAAAAAAAtE/Ow2BHVzgRcI/s1600-h/bpnsud.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_wnQXzTbbq70/Sdma0GmA3EI/AAAAAAAAAtE/Ow2BHVzgRcI/s320/bpnsud.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321454654628879426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Balikpapan malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_wnQXzTbbq70/Sdmary2SyrI/AAAAAAAAAs8/7wL3FI4vSNk/s1600-h/2rc7fhv.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_wnQXzTbbq70/Sdmary2SyrI/AAAAAAAAAs8/7wL3FI4vSNk/s320/2rc7fhv.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321454511889500850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pantai manggar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_wnQXzTbbq70/SdmaEuJVXhI/AAAAAAAAAs0/mnQJCgHoXhI/s1600-h/stadion.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_wnQXzTbbq70/SdmaEuJVXhI/AAAAAAAAAs0/mnQJCgHoXhI/s320/stadion.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321453840612285970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Satadion PERSIBA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_wnQXzTbbq70/SdmZ5ogLenI/AAAAAAAAAss/DpzVqwlDo1E/s1600-h/gaston-castano.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 192px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_wnQXzTbbq70/SdmZ5ogLenI/AAAAAAAAAss/DpzVqwlDo1E/s320/gaston-castano.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321453650118933106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Super Gaston Castano&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_wnQXzTbbq70/SdmZdTfn8_I/AAAAAAAAAsk/5ufOI2_qqBc/s1600-h/25072008050127.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 220px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_wnQXzTbbq70/SdmZdTfn8_I/AAAAAAAAAsk/5ufOI2_qqBc/s320/25072008050127.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321453163443123186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Persiba FC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_wnQXzTbbq70/SdmZQ8syZdI/AAAAAAAAAsc/eU4mYFEz_Uk/s1600-h/Adrian_Page_1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 274px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_wnQXzTbbq70/SdmZQ8syZdI/AAAAAAAAAsc/eU4mYFEz_Uk/s320/Adrian_Page_1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321452951165887954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Adrian Trinidad&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8364520458346495480-4709992076607362177?l=aries-server.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aries-server.blogspot.com/feeds/4709992076607362177/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8364520458346495480&amp;postID=4709992076607362177' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8364520458346495480/posts/default/4709992076607362177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8364520458346495480/posts/default/4709992076607362177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aries-server.blogspot.com/2009/04/rona-rona-balikpapan.html' title='Rona-Rona Balikpapan'/><author><name>Aries Mubaroq (ALUMNI POMOSDA)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05998932398427577277</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_wnQXzTbbq70/SdmclkkGTDI/AAAAAAAAAtc/7_1ZA7A2sMs/s72-c/teroris2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8364520458346495480.post-28786123346666474</id><published>2009-01-07T05:25:00.000-08:00</published><updated>2009-01-07T05:26:31.702-08:00</updated><title type='text'>Yahoo Hadirkan Internet ke TV Samsung</title><content type='html'>&lt;h4 style="font-weight: normal;"&gt;&lt;strong&gt;SAN FRANCISCO&lt;/strong&gt; - Yahoo akan menghadirkan internet di televisi keluaran Samsung. Produk televisi layar datar yang akan ditampilkan di CES 2009, dilengkapi dengan aplikasi mini yang memungkinkan penonton televisi dapat mengakses internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Internet@TV' yang diusung Samsung memberikan layanan kepada penonton televisi untuk memperoleh layanan berita dari Yahoo, seperti layaknya pengguna internet melihat tampilan halaman Yahoo. Aplikasi itu juga memungkinkan konsumen Samsung terhubung dengan situs-situs lain seperti YouTube, eBay, dan Showtime.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan kerjasama ini, kami mencoba menghadirkan kekuatan internet yang akan dipilih pengguna dan bersama Samsung kami mencoba memberikan pengalaman baru kepada seluruh masyarakat dunia," kata Yahoo!'s Connected TV Vice Presiden, Patrick Barry, seperti dilansir Indiatimes, Rabu (7/1/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Samsung menilai kerjasama dengan Yahoo merupakan langkah maju dalam dunia teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Layanan tersebut akan memungkinkan pengguna berinteraksi dan terhubung dengan situs-situs favorit mereka,' kata Executive Vice President Samsung Visual Display Division Boo-Keun Yoon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Samsung enggan untuk memberikan informasi mengenai harga jual produk terbarunya tersebut. TV layar datar tersebut rencananya akan tersedia empat bulan mendatang di Kanada, Meksiko, Inggris, Jerman, Perancis, Itali, dan Amerika Serikat.&lt;br /&gt;              &lt;br /&gt;                 &lt;/h4&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8364520458346495480-28786123346666474?l=aries-server.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aries-server.blogspot.com/feeds/28786123346666474/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8364520458346495480&amp;postID=28786123346666474' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8364520458346495480/posts/default/28786123346666474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8364520458346495480/posts/default/28786123346666474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aries-server.blogspot.com/2009/01/yahoo-hadirkan-internet-ke-tv-samsung.html' title='Yahoo Hadirkan Internet ke TV Samsung'/><author><name>Aries Mubaroq (ALUMNI POMOSDA)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05998932398427577277</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8364520458346495480.post-914184497579754724</id><published>2009-01-07T05:23:00.002-08:00</published><updated>2009-01-07T05:25:05.050-08:00</updated><title type='text'>Diawasi Ketat, Blogger China Malah Bertambah</title><content type='html'>&lt;h4 style="font-weight: normal;"&gt;&lt;strong&gt;BEIJING&lt;/strong&gt; - Meski selama ini China terkenal sangat ketat dalam melakukan pengawasan yang berkaitan dengan informasi, namun pertumbuhan blogger di Negeri Tirai Bambu mencapai angka yang luar biasa, yaitu 50 juta orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa tahun belakangan, pertumbuhan internet di China memang meningkat drastis, sebanyak 250 juta pengakses telah menjadi pengguna setia ranah maya. Sayang, ketatnya pengawasan membuat kebebasan dalam mengeluarkan pendapat sering menjadi kendala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, itu tidak berlaku bagi dunia blogging. Hingga saat ini tercatat sudah terdapat 50 juta blogger aktif di China. Bahkan dalam rentan waktu 4 bulan, terdapat dua juta blogger baru. Ini tentu sangat mencengangkan, dalam ruang gerak yang terpasung, ternyata terdapat 100 juta blog atau jurnal pribadi online lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini membuktikan kalau banyak dari warga China yang ingin menyampaikan pandangannya tentang peristiwa lokal maupun internasional melalui internet," ujar salah satu ketua grup blogger, Gao Lin, kepada&lt;em&gt; Xinhua&lt;/em&gt;, Rabu (7/1/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, banyak dari blogger yang mengeluh tentang peraturan ketat yang dibuat oleh pemerintah. Karena blog yang berisi tentang kerusuhan sosial, melawan pemerintah, dan yang berbahaya lainnya dapat dengan mudah diblokir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apalagi peraturan terbaru yang mewajibkan blogger menggunakan identitas asli, membuat para blogger tersebut semakin bungkam," tandas Lin.&lt;/h4&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8364520458346495480-914184497579754724?l=aries-server.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aries-server.blogspot.com/feeds/914184497579754724/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8364520458346495480&amp;postID=914184497579754724' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8364520458346495480/posts/default/914184497579754724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8364520458346495480/posts/default/914184497579754724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aries-server.blogspot.com/2009/01/diawasi-ketat-blogger-china-malah.html' title='Diawasi Ketat, Blogger China Malah Bertambah'/><author><name>Aries Mubaroq (ALUMNI POMOSDA)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05998932398427577277</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8364520458346495480.post-6236170334768334722</id><published>2009-01-07T05:23:00.001-08:00</published><updated>2009-01-07T05:30:36.383-08:00</updated><title type='text'>Busana Pink Sambut Valentine</title><content type='html'>&lt;h4 style="font-weight: normal;"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;MENYAMBUT&lt;/strong&gt; Valentine Februari mendatang, banyak &lt;em&gt;brand&lt;/em&gt; lokal sibuk menyiapkan koleksi anyar. Allure, misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Operational Director Allure Zaka Hamzah, Allure telah menyiapkan koleksi khusus untuk Valentine. Koleksinya terdiri dari &lt;em&gt;cocktail dress&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;ready to wear&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap tahun kami mengeluarkan koleksi Valentine. Seperti tahun lalu, koleksi kali ini juga tak beranjak dari pilihan warna &lt;em&gt;pink &lt;/em&gt;dan&lt;em&gt; fuchia&lt;/em&gt;," jelas Zaka saat berbincang dengan &lt;strong&gt;okezone.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun tak lepas dari warna khas anak muda, Zaka meyakini bahwa koleksi Allure akan banyak dilirik ibu-ibu muda. Hal ini menyesuaikan tren Allure yang selalu identik dengan batik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anak muda memang belum banyak yang menyukai batik. Untuk itulah kami tetap menargetkan ibu-ibu muda sebagai &lt;em&gt;market&lt;/em&gt; potensial," tambahnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Zaka menambahkan, koleksi untuk Valentine mendatang juga memberikan banyak pilihan material, di antaranya dari bahan viskos dan sutra tekstur timbul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Zaka, material viskos sekilas menyerupai sutera atau sering disebut sebagai "sutera buatan". Sifat dari bahannya pun lebih lembut dan warnanya juga cemerlang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Serat dari bahan viskos ini memang cukup berat, sehingga menjadikan kainnya jatuh dengan mantap di tubuh si pemakai," terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Zaka lagi, viskos adalah serat buatan pertama yang terbuat dari batang pohon yang diproses menjadi benang dan diberi campuran bahan kimiawi. Pertama kali diproduksi tahun 1884 oleh ilmuwan Prancis, Hilaire de Chardonnet dan baru empat tahun kemudian dibuat secara massal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat ini batik memang lagi digandrungi masyarakat. Kehadiran Allure tentu akan menyemarakkan pesta mode di Indonesia. Apalagi sekarang Allure memberikan alternatif batik dari bahan viskos, yang merupakan adiknya sutra. Februari mendatang, kami pun memperkenalkan sutra tekstur timbul. Material ini jauh lebih ekslusif," pungkasnya.&lt;/div&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8364520458346495480-6236170334768334722?l=aries-server.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aries-server.blogspot.com/feeds/6236170334768334722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8364520458346495480&amp;postID=6236170334768334722' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8364520458346495480/posts/default/6236170334768334722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8364520458346495480/posts/default/6236170334768334722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aries-server.blogspot.com/2009/01/busana-pink-sambut-valentine.html' title='Busana Pink Sambut Valentine'/><author><name>Aries Mubaroq (ALUMNI POMOSDA)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05998932398427577277</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8364520458346495480.post-6263383192438325344</id><published>2009-01-07T05:12:00.000-08:00</published><updated>2009-01-07T05:15:32.643-08:00</updated><title type='text'>Malu Aku Jadi Orang Indonesia</title><content type='html'>&lt;p&gt;Bandara Soekarno-Hatta lumpuh akibat banjir di sejumlah titik Tol Sedyatmo, yang menghubungkan Jakarta dengan bandara internasional tersebut. Gerbang pertama—sekaligus wajah pertama—menuju dan keluar Indonesia itu limbung. Antara 1-3 Februari lalu, penerbangan terpaksa dialihkan ke Halim Perdanakusuma, Palembang, Semarang, Surabaya dan bahkan Singapura! Di antara 30-40 ribu penumpang yang setiap hari datang dan pergi lewat Soekarno-Hatta, sekian ribu pastilah warga negara asing. Di mana akan ditaruh muka kita?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-105"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak&lt;/em&gt;&lt;em&gt;  &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Hukum tak tegak, doyong berderak-derak&lt;/em&gt;&lt;em&gt;  &lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, Lebuh Tun Razak&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza&lt;br /&gt;Berjalan aku di Dam, Champs Élysées dan Mesopotamia&lt;br /&gt;Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata&lt;br /&gt;Dan kubenamkan topi baret di kepala&lt;br /&gt;Malu aku jadi orang Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya bukan pembaca setia Taufiq Ismail, penyair angkatan 1966 yang hingga kini masih berkiprah dan menyantuni sastra Indonesia. Namun izinkan saya mengutip sepenggal sajaknya yang sangat relevan dengan Indonesia 2008. Sajak “Malu Aku Jadi Orang Indonesia” yang ditulis Taufiq tahun 1998 menampar muka Indonesia dengan telak, telak sekali.Setelak rasa malu negara kita menyaksikan Bandara Soekarno-Hatta lumpuh akibat banjir di sejumlah titik Tol Sedyatmo, yang menghubungkan Jakarta dengan bandara internasional tersebut. Gerbang pertama—sekaligus wajah pertama—menuju dan keluar Indonesia itu limbung. Antara 1-3 Februari lalu, penerbangan terpaksa dialihkan ke Halim Perdanakusuma, Palembang, Semarang, Surabaya dan bahkan Singapura! Di antara 30-40 ribu penumpang yang setiap hari datang dan pergi lewat Soekarno-Hatta, sekian ribu pastilah warga negara asing. Di mana akan ditaruh muka kita?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Taufiq terpukau wajah indah kota-kota di belahan bumi yang disinggahinya lewat sajaknya itu. Sang “Aku” yang diceritakan Taufiq adalah orang Indonesia yang kosmopolit, ia melanglang buana, menyusuri kota antarbenua dan menyaksikan keelokan kota dengan lanskap tersusun rapi. “Aku” mendapati kota yang berbeda ketimbang kota-kota di tanah air, sebuah kontras yang membuatnya menyembunyikan identitas sebagai “orang” Indonesia. “Aku” menyembunyikan “Indonesia” di balik kacamata hitam dan topi baret.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa yang bisa dibanggakan orang Indonesia tentang negerinya yang tersapu gelombang krisis sejak 1997. Harapan agar kesejahteraan hidup membaik tak kunjung terwujud. Selagi pemerintah memompa asa lewat kinerja ekonomi makro yang lumayan kinclong, negeri ini bertekuk lutut pada banjir. Banjir 2007 menyapu Jakarta membikin “tradisi lima tahunan” bak hantu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Awal 2008, banjir menghempang Jawa Tengah dan Jawa Timur—sepanjang aliran Bengawan Solo. Negeri ini dipaksa menyerah. Ada yang mengambinghitamkan alam, padahal dengan itu mereka “yang lempar batu sembunyi tangan itu,” menepuk air ke mukanya sendiri. Bukankah kerusakan alam, terutama hutan di hulu hingga hilir Bengawan Solo berasal dari tabiat manusia yang tak lagi mencintai alam?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Banjir dan selaksa bencana tak pelak membuat produksi bahan pangan minus. Sebentar lagi “air bah” impor beras, jagung, kedelai hingga gandum akan menggerojok Indonesia. Negeri ini akan menjadi pasar—dan sudah!—yang besar bagi komoditas pertanian negara lain. Akibatnya, bisa ditebak warga miskin merasakan “gempa” dahsyat di dapur mereka sendiri. Sembako tak terbeli, lapar membelit dan kebahagiaan ke mana sudah!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Belum lepas “luka” yang membetot warga sekitar aliran Bengawan Solo, banjir menghempang KM 25-27 Tol Sedyatmo. Bukan kebetulan jika titik banjir itu berada di lokasi sama dengan kejadian tahun 1999. Kala itu, selama empat hari (28-31 Januari 1999), Tol Sedyatmo di ruas KM 26-28 tergenang air. Praktis pada hari pertama kejadian, tak kurang dari 121 jadwal keberangkatan pesawat tertunda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan kini, setiap hujan deras turun, Tol Sedyatmo seolah menjadi pemandangan runyam. Air menjadi menakutkan. Bukan hanya menggenang. Persoalannya, lebih pelik dari itu. Siapa saja—khususnya mereka calon penumpang berbagai maskapai—yang hendak pergi dan keluar Jakarta harus tersiksa. Memilih jalan memutar dengan kemacetan yang parah. Atau pasrah, tiket penerbangan hangus lantaran terlambat tiba di bandara. Apabila hujan berlama-lama turun di Jakarta, Bandara Soekarno-Hatta tak sanggup lagi memanggul “peran” sebagai gerbang pertama menuju Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang jelas, banjir di Tol Sedyatmo awal Februari 2008 bukanlah yang pertama. Banjir sudah terjadi tahun 1995 silam. Telunjuk sudah diarahkan ke sana-sini. Berbagai alternatif ditawarkan. Tapi, tetap saja solusi belum ada. Sekarang, usulan membuat jalan layang membubung tinggi. Kata akhir belum diputus! Sampai terwujudnya rekayasa teknologi—entah kapan—yang menyelesaikan masalah, banjir di Tol Sedyatmo hanya bisa dihambat satu hal: hujan menghilang dari Jakarta. Dan, itu berarti bergantung pada kebaikan Tuhan semata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seperti kau, Bung (Kakek) Taufiq, Aku (juga) Malu Jadi Orang Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8364520458346495480-6263383192438325344?l=aries-server.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aries-server.blogspot.com/feeds/6263383192438325344/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8364520458346495480&amp;postID=6263383192438325344' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8364520458346495480/posts/default/6263383192438325344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8364520458346495480/posts/default/6263383192438325344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aries-server.blogspot.com/2009/01/malu-aku-jadi-orang-indonesia.html' title='Malu Aku Jadi Orang Indonesia'/><author><name>Aries Mubaroq (ALUMNI POMOSDA)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05998932398427577277</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8364520458346495480.post-3310514083927329566</id><published>2009-01-07T04:57:00.000-08:00</published><updated>2009-01-07T05:03:51.878-08:00</updated><title type='text'>Serangan Israel ke Gaza, Penghinaan untuk Tiga Agama (opini)</title><content type='html'>&lt;span id="ctl00_ContentPlaceHolder1_lblNews"&gt;&lt;p&gt;oleh:      &lt;span id="ctl00_ContentPlaceHolder1_lblContributorName"&gt;&lt;a href="http://www.wikimu.com/Member/profileMember.aspx?id=2032" class="linkBerita2" style="font-size: 8pt;"&gt;Anwariansyah&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menjelang tahun baru Islam, umat Islam berduka. Rezim Zionis Israel pada hari Sabtu 27 Desember melakukan serangan besar-besaran ke Jalur Gaza. Rezim penjajah itu mengerahkan pesawat-pesawat tempur jenis F-16 dan helikopter-helikopter Apache-nya dan membantai warga Gaza yang sebagian besar bangsa Palestina yang beragama Islam yang sudah tak berdaya setelah selama setahun lebih diblokade oleh Israel.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Laporan Press TV menyebutkan, akibat serangan brutal itu, dalam waktu singkat 180 warga Palestina di Gaza gugur syahid dan 800 orang lainnya luka-luka. Cuplikan tayangan televisi memperlihatkan jenazah para korban yang terdiri dari anak-anak, laki-laki dan perempuan bergelimpangan di jalan-jalan Gaza.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Boleh saja pemerintah Israel berdalih bahwa serangan mereka itu dilakukan terhadap Hamas di Gaza. Namun dari serangan-serangan yang dilakukan tampak jelas bahwa mereka ingin membumihanguskan Gaza dan membantai habis warga Palestina di sana. Dan serangan brutal itu dilakukan setelah mendapat restu dari sekutu-sekutu Israel, termasuk Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span id="ctl00_ContentPlaceHolder1_lblNews"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Penghinaan terhadap tiga agama besar di dunia&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seperti diketahui wilayah Palestina adalah daerah tempat tiga agama Samawi terbesar di dunia berkumpul dalam satu bangsa. Ketiga agama yang berasal dari rumpun yang sama, yakni agama yang dibawa oleh keturunan Nabi Ibrahim as. atau Abraham ini merupakan agama terbesar yang dianut oleh bangsa Palestina dan sebagian warga negara Israel sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tragisnya, serangan brutal rezim zionis Israel tersebut yang membantai umat Islam Palestina itu bukan hanya menyakitkan hati umat Islam saja, tetapi juga penghinaan besar-besaran terhadap Agama Nasrani dan Agama Yahudi sendiri! Dan penghinaan ini tidak disadari sama sekali oleh Amerika Serikat dan sekutu-sekutu Eropanya yang nota bene bangsanya adalah umat Kristiani.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Serangan tersebut dilakukan dua hari setelah Natal, 25 Desember, hari bagi umat Kristiani merayakan kelahiran Jesus Kristus Sang Juru Selamat. Dengan ajaran Cinta Kasihnya Jesus membawa kedamaian di dunia, dan kedamaian serta cinta kasih itu dinodai dan dihinakan oleh serangan brutal penuh darah oleh rezim zionis Israel terhadap bangsa Palestina.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang lebih fatal lagi adalah serangan sadis itu dilakukan pada hari Sabtu, Hari Syabbat menurut Kitab Taurat (Perjanjian Lama), kitabnya umat Yahudi. Hari Syabbat yang seharusnya dijadikan sebagai hari suci setelah Tuhan beristirahat menciptakan alam semesta selama 6 hari dan kemudian beristirahat pada hari ke-7.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di dalam Kitab Taurat disebutkan bahwa Tuhan menyukai belaskasihan pada hari Syabbat (Hosea 6:6) yang berarti tidak ada perkelahian, pembunuhan apalagi pembantaian manusia. Kemudian Tuhan juga melarang merobohkan rumah, menyalakan api dan membakar (&lt;a target="_blank" href="http://www.sarapanpagi.org/4-hari-sabat-untuk-manusia-vt975.html#p11108"&gt;Misynah Syabbat 7:2&lt;/a&gt;), ini bermakna serangan beruntun dengan roket yang telah menghancurkan pemukiman di Gaza hingga terbakar dan roboh telah melanggar hukum larangan hari Syabbat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ayo, umat beragama sedunia, mari kita bersama-sama berdo’a agar serangan itu segera berakhir. Karena tidak ada yang lebih indah selain perdamaian.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;" id="ctl00_ContentPlaceHolder1_lblNews"&gt;&lt;p&gt;thanks to Aries yang telah memostingkan Opini saya. Nice to meet you&lt;/p&gt;&lt;p&gt;back up from ariez_soccer@rocketmail.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="ctl00_ContentPlaceHolder1_lblNews"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="ctl00_ContentPlaceHolder1_lblNews"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8364520458346495480-3310514083927329566?l=aries-server.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aries-server.blogspot.com/feeds/3310514083927329566/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8364520458346495480&amp;postID=3310514083927329566' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8364520458346495480/posts/default/3310514083927329566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8364520458346495480/posts/default/3310514083927329566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aries-server.blogspot.com/2009/01/opini.html' title='Serangan Israel ke Gaza, Penghinaan untuk Tiga Agama (opini)'/><author><name>Aries Mubaroq (ALUMNI POMOSDA)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05998932398427577277</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8364520458346495480.post-6444834896096086676</id><published>2008-10-17T08:08:00.000-07:00</published><updated>2010-05-26T20:58:54.951-07:00</updated><title type='text'>WELCOME TO THE JUNGLE</title><content type='html'>Salam muanis buat kamu semua yang berkunjung ke BlogspotQ !!!&lt;br /&gt;aku adalah seorang alumni SMA POMOSDA angkatan IX. Berikut data lengkap tentang diriku :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_27"&gt;Nama&lt;/span&gt;          : Aries Mubaroq&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_29"&gt;Kota Asal&lt;/span&gt;: Kediri&lt;br /&gt;No.&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_31"&gt;Telp&lt;/span&gt;      : 085233507810&lt;br /&gt;Hobby          : Maen Playstation + On-Line + Nonton PERSIK&lt;br /&gt;Motto            : Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Selengkapnya lihat di Buku kenangan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_45"&gt;Sebenernya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_46"&gt;aku &lt;/span&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_47"&gt;lebih&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_48"&gt;tertarik&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_49"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_50"&gt;buat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_51"&gt;sebuah&lt;/span&gt; website &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_52"&gt;pribadi&lt;/span&gt;. Berhubung&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_71"&gt; terbatasnya waktu buat nyelesaiinnya, aku buat dulu blog ini. hitung&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_72"&gt;hitung&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_73"&gt;mengenang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_74"&gt;masa&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_75"&gt;masa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_76"&gt;SMA&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_77"&gt;dulu&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;    eits, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_79"&gt;sebelumnya&lt;/span&gt; aku &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_81"&gt;ucapin&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_82"&gt;terima&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_83"&gt;kasih&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_84"&gt;buanyak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_85"&gt;banget&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_86"&gt;buat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_87"&gt;temen&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_88"&gt;temen&lt;/span&gt;, guru, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_89"&gt;seseorang&lt;/span&gt; yang special &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_90"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_91"&gt;hati&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_92"&gt;gue&lt;/span&gt; (he...he), &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_93"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_94"&gt;semua&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_95"&gt;orang&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_96"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_97"&gt;membantuku&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_98"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_99"&gt;menjalani&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_100"&gt;aktivitas&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_101"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_102"&gt;SMA&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_103"&gt;POMOSDA&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_104"&gt;dulu&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_105"&gt;pokoknya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_106"&gt;makasih&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_107"&gt;buanyak&lt;/span&gt; !!!!&lt;br /&gt;The next, Aku persembahkan Blog ini buat seseorang yang sangat aku sayang buanget...Dia yang memberi inspirasi aku buat Posting Blog ini. &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;Thanks buat kamu mbemQ !!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_108"&gt;Semoga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_109"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_110"&gt;adanya&lt;/span&gt; blog &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_111"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_112"&gt;temen&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_113"&gt;temen&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_114"&gt;gak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_115"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_116"&gt;lupa&lt;/span&gt; ma &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_117"&gt;semua&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_118"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_119"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_120"&gt;lalui&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_121"&gt;bersama&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_122"&gt;sama&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_123"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_124"&gt;masa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_125"&gt;SMA&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_126"&gt;dulu&lt;/span&gt;. Check it Down.......................&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8364520458346495480-6444834896096086676?l=aries-server.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aries-server.blogspot.com/feeds/6444834896096086676/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8364520458346495480&amp;postID=6444834896096086676' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8364520458346495480/posts/default/6444834896096086676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8364520458346495480/posts/default/6444834896096086676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aries-server.blogspot.com/2008/10/welcome-to-jungle_17.html' title='WELCOME TO THE JUNGLE'/><author><name>Aries Mubaroq (ALUMNI POMOSDA)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05998932398427577277</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8364520458346495480.post-1597914013865000947</id><published>2008-10-17T08:01:00.000-07:00</published><updated>2008-10-17T08:08:33.798-07:00</updated><title type='text'>RONA-RONA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_wnQXzTbbq70/SPiqLedOXcI/AAAAAAAAAsU/4WaXGD7hS0A/s1600-h/aries+7.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_wnQXzTbbq70/SPiqLedOXcI/AAAAAAAAAsU/4WaXGD7hS0A/s320/aries+7.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258139679085977026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_wnQXzTbbq70/SPipxfSRPSI/AAAAAAAAAsM/ZWk1bKYV_Eo/s1600-h/Vocation.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_wnQXzTbbq70/SPipxfSRPSI/AAAAAAAAAsM/ZWk1bKYV_Eo/s320/Vocation.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258139232631864610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_wnQXzTbbq70/SPiplqa_p5I/AAAAAAAAAsE/iAc70cv4d5Q/s1600-h/Yant%C3%B4+Gat%C3%AA%C2%A3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_wnQXzTbbq70/SPiplqa_p5I/AAAAAAAAAsE/iAc70cv4d5Q/s320/Yant%C3%B4+Gat%C3%AA%C2%A3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258139029462820754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_wnQXzTbbq70/SPipYBGBgTI/AAAAAAAAAr8/f2RVv1yC-lA/s1600-h/DetEksi+Team+2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_wnQXzTbbq70/SPipYBGBgTI/AAAAAAAAAr8/f2RVv1yC-lA/s320/DetEksi+Team+2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258138795030708530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_wnQXzTbbq70/SPio9aM8IKI/AAAAAAAAAr0/3TxfCzV2mE4/s1600-h/2K6-Jawa+Pos.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_wnQXzTbbq70/SPio9aM8IKI/AAAAAAAAAr0/3TxfCzV2mE4/s320/2K6-Jawa+Pos.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258138337914134690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8364520458346495480-1597914013865000947?l=aries-server.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aries-server.blogspot.com/feeds/1597914013865000947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8364520458346495480&amp;postID=1597914013865000947' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8364520458346495480/posts/default/1597914013865000947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8364520458346495480/posts/default/1597914013865000947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aries-server.blogspot.com/2008/10/blog-post_17.html' title='RONA-RONA'/><author><name>Aries Mubaroq (ALUMNI POMOSDA)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05998932398427577277</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_wnQXzTbbq70/SPiqLedOXcI/AAAAAAAAAsU/4WaXGD7hS0A/s72-c/aries+7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
